Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan
Kehancuran jagad raya
Ayat yang berkaitan
Rujukan ayat berdasarkan klasifikasi pada sumber indeks.
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.
Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,
maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,
tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,
(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka keluar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
Apabila terjadi hari kiamat,
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
maka jadilah dia debu yang beterbangan,
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak.
Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan),
Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan.
Langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu karena Allah. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
dan apabila bulan telah hilang cahayanya,
dan matahari dan bulan dikumpulkan,
Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan,
dan apabila langit telah dibelah,
dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,
dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,
dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
Apabila matahari digulung,
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
dan apabila lautan dipanaskan,
dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
karena dosa apakah dia dibunuh,
dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,
dan apabila langit dilenyapkan,
dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
Apabila langit terbelah,
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
dan apabila lautan dijadikan meluap,
Apabila langit terbelah,
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,
dan apabila bumi diratakan,
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).
Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran,
dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.